Minggu, 09 Juni 2019

Lindungi Hewan Kesayangan dari Infestasi Kutu


Hi, teman-teman perlovers, kenalin nama aku Elfahra Casanza, mahasiswa tahun ketiga di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya. Mungkin biar kita akrab satu sama lain, alangkah baiknya aku punya panggilan kesayangan nih, namanya “Sobat Pet”, gimana bagus gak? Sering gak sih Sobat Pet melihat hewan kesayangan kamu menggaruk-garuk berlebihan? Patut diwaspadai terdapat infestasi kutu pada hewan kesayangan kamu. Permasalahan kutu mungkin tampak terlihat biasa saja, namun akan sangat mengganggu kenyamanan hewan kesayangan karena ada rasa gatal berlebihan yang menyebabkan hewan sering menggaruk, jika dibiarkan lebih lama maka akan menimbulkan alergi bahkan infeksi sekunder yang berujung pada alopecia (kebotakan). Infestasi kutu berat dinamakan pediculosis. Sebenarnya, infestasi kutu jarang terjadi pada hewan rumahan, namun sering terjadi pada kucing dan anjing liar. Tapi tidak menutup kemungkinan hewan kesayangan kamu akan terhindar dari infestasi kutu.
Gbr 1. Infestasi Kutu pada Anjing (Frederic et.al., 2008)
            Kutu adalah ektoparasit kecil, dorsoventral rata, memiliki 3 pasang kaki, sepasang antena dan tidak memiliki sayap. Kutu menginfeksi hospes (inang) secara spesifik, artinya spesies tertentu hanya akan menginfeksi hospes tertentu juga. Infestasi kutu pada anjing umumnya disebabkan oleh spesies Trichodectes canis (Famili Trichodectidae) (gambar 2a), sedangkan pada kucing umumnya spesies Felicola subrostatus (Famili Haematopinidae) (gambar 2b). Kutu betina dewasa menempelkan telurnya pada hospes. Nimfa kemudian menetas dari telur kira-kira 1 hingga 2 minggu lalu berkembang menjadi kutu dewasa pada waktu 3 minggu. Kutu dewasa mempunyai cakar di setiap ujung tarsus (kaki), sehingga memungkinkan mereka melekat pada rambut dan kebanyakan di sekitar pangkal rambut. (Taylor et.al.,2016)  
Gambar 2a. Trichodectes canis

Gambar 2b. Felicola subrostatus
           

(Sumber: Frederic et.al.,2008)

            Penularan kutu antar hewan kesayangan juga dapat terjadi karena peralatan grooming (kegiatan merawat atau memandikan hewan kesayangan). Biasanya grooming yang dilakukan pada Pet Clinic atau Pet Care, menggunakan peralatan berulang yang berpotensi sebagai transmisi penularan kutu. Anak anjing dan kucing yang induknya terinfestasi kutu juga lebih beresiko terjadi penularan. Prevalensi infestasi kutu lebih banyak pada hewan usia muda, tua, dan kondisi lemah karena berkurangnya kemampuan self-grooming (perilaku alamiah menjilati rambut sendiri) yang secara normal mampu menekan angka infestasi kutu.

            Gejala klinis yang paling umum untuk mengetahui hewan kesayangan kamu terinfeksi kutu adalah rambut berantakan, kering, gelisah, ditemukan kerusakan pada coat. Ketika rambut hewan anda dibelah, akan terlihat kehadiran kutu namun tergantung dari warna rambutnya. Rambut hewan yang berwarna gelap akan lebih mudah untuk melihat adanya kutu. Infestasi kutu berat dapat mengakibatkan alopecia (kebotakan), dermatitis, bahkan anemia. Untuk dapat mendiagnosa kutu, sebenarnya dapat dilihat secara langsung namun jika ingin mengetahui jenis/spesiesnya, harus dilakukan dengan mengidentifikasi morfologinya dibawah mikroskop cahaya.

            Menurut literatur yang sudah Elfahra kumpulkan, ini ada beberapa tips untuk perawatan hewan kesayangan yang terkena infestasi kutu:

1. Konsultasikan ke Dokter Hewan karena mungkin obat dan perawatan yang diberikan akan berbeda tergantung tingkat keparahan dan jenis infestasi kutu yang diderita. Perawatan yang mungkin diberikan pada penderita adalah memutus siklus hidup kutu dengan cara membunuh kutu dewasa maupun mencegah penetasan telur kutu menjadi nimfa. Kutu dapat terbunuh oleh kebanyakan organofosfat seperti Chlorpyrifos, Malathion atau Diazinon, Amitraz, Pyrethroids (permethrin) dan Carbamates (carbaryl). Organofosfat dan Permethrin tidak boleh digunakan pada kucing, sedangkan Amitraz hanya boleh digunakan dengan setengah dosis saja pada anjing. Baru-baru ini juga muncul produk seperti Imidacloprid, Fipronil dan  Macrocyclic Lactone Selamectin dengan tingkat keamanan yang lebih tinggi dan efektif. Perawatan berulang dalam 14 hari kemudian akan direkomendasikan untuk membunuh kutu yang baru menetas. Lalu pada jarak 1 bulan, harus diperiksa kembali untuk mengevaluasi apakah perlu dilakukan perawatan lanjutan atau tidak. (Frederic et.al., 2008)

2. Jika Sobat Pet mempunyai kucing/anjing lebih dari 1, maka harus dipisahkan antara hewan yang menderita infestasi kutu dengan yang tidak untuk menghindari penularan kutu. Lingkungan sekitar tempat hewan kesayangan anda juga harus dilakukan pembersihan, seperti area kandang, area litter box dan area bermain.

3. Mandikan hewan kesayangan kamu dengan Shampoo khusus pembasmi kutu secara rutin dan hindari penggunaan peralatan grooming berulang.

4. Berikan pakan dengan nutrisi yang sesuai juga disarankan untuk dapat mengembalikan kondisi normal kulit serta menumbuhkan kembali rambut yang rusak akibat infestasi kutu.

Nah, itu dia Sobat Pet, sedikit pengetahuan tentang Infestasi Kutu pada hewan kesayangan. Sebenarnya tidak bisa dianggap sepele, lho karena jika dibiarkan pada kondisi lebih parah dapat mengakibatkan alopecia (kebotakan), dermatitis bahkan anemia. Jadi kita sebagai owner, harus lebih peka terhadap keadaan hewan kesayangan jika dirasa terdapat hal yang tidak biasa. Jangan lupa juga untuk rutin memeriksakan parasit lainnya, yang bisa jadi berupa pinjal, caplak, cacing, dll. Sekian tulisan dari Elfahra, terima kasih sudah membawa Sobat Pet. Semoga bermanfaat dan kita bisa bertemu di lain tulisan. Salam Pet Lovers!
 

Referensi:
Beugnet, Frederic. Halos, Lenaig. Guillot, Jacques. 2018. Textbook of Clinical Parasitology in Dogs and Cats. Grupo Asis Biomedia.
Taylor, MA. Coop, RL. Wall, RL. 2016. Veterinary Parasitology 4th Ed. John Wiley and Sons, Ltd, Chichester.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dreaming to Travel in Overseas

Hi, temen-temen. Elfahra mau sedikit berbagi cerita tentang gimana bisa travelling gratis! Mungkin bagi beberapa temen-temen yang orang tu...