Minggu, 16 Juni 2019

Dreaming to Travel in Overseas

Hi, temen-temen.
Elfahra mau sedikit berbagi cerita tentang gimana bisa travelling gratis!
Mungkin bagi beberapa temen-temen yang orang tua nya berkecukupan, Travelling keluar negeri terkesan biasa aja karena keluarga saving money buat holiday overseas. Tapi, El beda. Mungkin kalau bukan karena agenda agenda kampus, El ngerasa gaakan pernah tuh keluar negeri. Dan selama ini pun travelling history El semuanya karena mengikuti competition & exchange.
Mimpi banget emang bisa keluar negeri, kalau bukan karena usaha keras.

El punya beberapa tips bagi kalian yang pingin banget travelling keluar negeri degan lowbudget (in case of ikut lomba / acara kampus), here u go:
1. Mengurus administrasi & keuangan di Rektorat dan Dekanat
Nyata nya ketika udah dapet Letter of Acceptance mengikuti lomba di luar negeri juga ga semudah itu temen-temen. Kita harus siap-siap mengurus administrasi dan keuangan di dekanat dan rektorat, bahkan mencari sponsorship kesana dan kemari.
Masalah utama nya biasanya emang funding. Jadi sebenernya walaupun travelling karena kegiatan kampus, bukan berarti kita tinggal enak-enakan nunggu duit turun gitu aja dari universitas. Di beberapa fakultas, ada yang pendanaan nya bagus, tergantung sistem keuangan fakultas nya. Tapi kalau di fakultas dirasa belum mencukupi, bisa diajukan lagi ke universitas.

2. Mencari sponsor
Jika dana dari fakultas dan universitas masih dirasa belum mencukupi, buatlah proposal sponsorship yang kreatif lalu diajukan di beberapa perusahaan dan badan usaha, biasanya kalian harus memberikan kontrapretasi kepada mitra sponsor berupa branding company mereka saat lomba nanti, entah itu meletakkan logo atau membuat video. Berusaha se-meyakinkan mungkin bahwa kalian worth-it untuk berangkat.

3. Naik Low Cost Carrier Airline
Untuk masalah tiket pesawat, selagi ada low cost carrier airline (LCC) seperti Air Asia, Jetstar, Lion Group, jangan malu untuk naik itu. El juga sering kok naik Air Asia, tapi kalau takut punya bagasi berlebih disarankan untuk prepaid baggage daripada kena charge di kemudian hari hehe. Kalau pesawat LCC ini sistemnya bookingnya jauh" hari karena harganya akan naik terus menjelang hari H, apalagi kalau sudah memasuki bulan keberangkatan. Pinter-pinter juga nyari promo tiket pesawat, biasanya bakalan bisa murah banget.

4. Ekstrim! Nginep di Bandara
Yang paling orang ga banyak tau adalah, El pernah nginep di Bandara untuk mengurangi biaya akomodasi. Jangan gengsi juga untuk keliatan kayak gembel , kalau El sih yah bodoamat lah di negara orang keliatan gembel. Semisal penerbangan besoknya jam 9-12 pagi, daripada buang-buang uang untuk stay lebih lama di penginapan, lebih baik nginep di bandara. Beberapa bandara Internasional punya fasilitas yang bagus kok, dan ga usah terlalu khawatir karena keamanan terjaga asal kita ga teledor.

5. Mempunyai tabungan pribadi
Oiya, El menyarankan untuk kalian juga tetap mempunyai tabungan pribadi kalau gamau menyusahkan orangtua. Setiap punya plan ke luar negeri, El selalu mengurangi jajan dan kemauan ini itu dari uang bulanan yang dikirimin orang tua. Kadang juga mengurangi jatah makan atau masak sendiri. Kalau prinsip El sih, di Malang gapapa deh susah banget gini. Kalo di negara orang nanti, sayang kalo ga punya duit. Ga bisa beli ini itu. Jadi mending di Malang aja yang gabisa beli ini itu nya.

6. Buka layanan jasa titip
Masalah funding juga bisa ditutupi dengan kalian buka usaha jasa titip. Biasa nya ini lumayan untuk nambah nambah uang jajan disana.

7. Naik transportasi umum
Di beberapa negara yang maju, transportasi umum nya sangat memadai dan jauh lebih enak daripada harus pakai kendaraan pribadi. Kalian harus banyak bertanya dan pintar melihat route maps transportasi umum nya, biasanya google maps punya fitur yang akan mengarahkan kalian ke transportasi umum mana yang akan mengantarkan ke tempat tujuan. Malu bertanya, sesat dijalan.

8. Bawa makanan instan
Di negara yang nilai rupiah sangat jatuh, biasanya harga makanan seporsi nya sangat mahal, seperti di Korea Selatan. 1 porsi makanan bisa mencapai 5000-10.000 KWR (70k-140k IDR). Nah daripada ngabisin duit buat makanan doang, mending bawa makanan instan dari Indonesia, atau bawa roti-rotian gitu. Terus ditahan nafsu makannya, kalau emang pengen makan ini itu, di Indonesia aja deh hehe. Ini real guys, jadi pas ke Korea tahun lalu, koperku setengah isinya makanan dan setengah nya lagi isinya baju-baju. Hmmmm , indomie hampir setiap hari.

Jadi temen-temen, itu beberapa tips Low cost travelling dari Elfahra. El ga pernah malu untuk sok-sok an ke luar negeri karenapun El selama ini juga berusaha sebisa mungkin untuk Travelling dengan budget yang rendah. Pergi ke luar negeri bukan cuma mimpi temen-temen, everyone can do it as long as they fight for it! :)
Kalau ada pertanyaan lebih lanjut bisa dm Elfahra di instagram (elfahracasz).

Minggu, 09 Juni 2019

Lindungi Hewan Kesayangan dari Infestasi Kutu


Hi, teman-teman perlovers, kenalin nama aku Elfahra Casanza, mahasiswa tahun ketiga di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya. Mungkin biar kita akrab satu sama lain, alangkah baiknya aku punya panggilan kesayangan nih, namanya “Sobat Pet”, gimana bagus gak? Sering gak sih Sobat Pet melihat hewan kesayangan kamu menggaruk-garuk berlebihan? Patut diwaspadai terdapat infestasi kutu pada hewan kesayangan kamu. Permasalahan kutu mungkin tampak terlihat biasa saja, namun akan sangat mengganggu kenyamanan hewan kesayangan karena ada rasa gatal berlebihan yang menyebabkan hewan sering menggaruk, jika dibiarkan lebih lama maka akan menimbulkan alergi bahkan infeksi sekunder yang berujung pada alopecia (kebotakan). Infestasi kutu berat dinamakan pediculosis. Sebenarnya, infestasi kutu jarang terjadi pada hewan rumahan, namun sering terjadi pada kucing dan anjing liar. Tapi tidak menutup kemungkinan hewan kesayangan kamu akan terhindar dari infestasi kutu.
Gbr 1. Infestasi Kutu pada Anjing (Frederic et.al., 2008)
            Kutu adalah ektoparasit kecil, dorsoventral rata, memiliki 3 pasang kaki, sepasang antena dan tidak memiliki sayap. Kutu menginfeksi hospes (inang) secara spesifik, artinya spesies tertentu hanya akan menginfeksi hospes tertentu juga. Infestasi kutu pada anjing umumnya disebabkan oleh spesies Trichodectes canis (Famili Trichodectidae) (gambar 2a), sedangkan pada kucing umumnya spesies Felicola subrostatus (Famili Haematopinidae) (gambar 2b). Kutu betina dewasa menempelkan telurnya pada hospes. Nimfa kemudian menetas dari telur kira-kira 1 hingga 2 minggu lalu berkembang menjadi kutu dewasa pada waktu 3 minggu. Kutu dewasa mempunyai cakar di setiap ujung tarsus (kaki), sehingga memungkinkan mereka melekat pada rambut dan kebanyakan di sekitar pangkal rambut. (Taylor et.al.,2016)  
Gambar 2a. Trichodectes canis

Gambar 2b. Felicola subrostatus
           

(Sumber: Frederic et.al.,2008)

            Penularan kutu antar hewan kesayangan juga dapat terjadi karena peralatan grooming (kegiatan merawat atau memandikan hewan kesayangan). Biasanya grooming yang dilakukan pada Pet Clinic atau Pet Care, menggunakan peralatan berulang yang berpotensi sebagai transmisi penularan kutu. Anak anjing dan kucing yang induknya terinfestasi kutu juga lebih beresiko terjadi penularan. Prevalensi infestasi kutu lebih banyak pada hewan usia muda, tua, dan kondisi lemah karena berkurangnya kemampuan self-grooming (perilaku alamiah menjilati rambut sendiri) yang secara normal mampu menekan angka infestasi kutu.

            Gejala klinis yang paling umum untuk mengetahui hewan kesayangan kamu terinfeksi kutu adalah rambut berantakan, kering, gelisah, ditemukan kerusakan pada coat. Ketika rambut hewan anda dibelah, akan terlihat kehadiran kutu namun tergantung dari warna rambutnya. Rambut hewan yang berwarna gelap akan lebih mudah untuk melihat adanya kutu. Infestasi kutu berat dapat mengakibatkan alopecia (kebotakan), dermatitis, bahkan anemia. Untuk dapat mendiagnosa kutu, sebenarnya dapat dilihat secara langsung namun jika ingin mengetahui jenis/spesiesnya, harus dilakukan dengan mengidentifikasi morfologinya dibawah mikroskop cahaya.

            Menurut literatur yang sudah Elfahra kumpulkan, ini ada beberapa tips untuk perawatan hewan kesayangan yang terkena infestasi kutu:

1. Konsultasikan ke Dokter Hewan karena mungkin obat dan perawatan yang diberikan akan berbeda tergantung tingkat keparahan dan jenis infestasi kutu yang diderita. Perawatan yang mungkin diberikan pada penderita adalah memutus siklus hidup kutu dengan cara membunuh kutu dewasa maupun mencegah penetasan telur kutu menjadi nimfa. Kutu dapat terbunuh oleh kebanyakan organofosfat seperti Chlorpyrifos, Malathion atau Diazinon, Amitraz, Pyrethroids (permethrin) dan Carbamates (carbaryl). Organofosfat dan Permethrin tidak boleh digunakan pada kucing, sedangkan Amitraz hanya boleh digunakan dengan setengah dosis saja pada anjing. Baru-baru ini juga muncul produk seperti Imidacloprid, Fipronil dan  Macrocyclic Lactone Selamectin dengan tingkat keamanan yang lebih tinggi dan efektif. Perawatan berulang dalam 14 hari kemudian akan direkomendasikan untuk membunuh kutu yang baru menetas. Lalu pada jarak 1 bulan, harus diperiksa kembali untuk mengevaluasi apakah perlu dilakukan perawatan lanjutan atau tidak. (Frederic et.al., 2008)

2. Jika Sobat Pet mempunyai kucing/anjing lebih dari 1, maka harus dipisahkan antara hewan yang menderita infestasi kutu dengan yang tidak untuk menghindari penularan kutu. Lingkungan sekitar tempat hewan kesayangan anda juga harus dilakukan pembersihan, seperti area kandang, area litter box dan area bermain.

3. Mandikan hewan kesayangan kamu dengan Shampoo khusus pembasmi kutu secara rutin dan hindari penggunaan peralatan grooming berulang.

4. Berikan pakan dengan nutrisi yang sesuai juga disarankan untuk dapat mengembalikan kondisi normal kulit serta menumbuhkan kembali rambut yang rusak akibat infestasi kutu.

Nah, itu dia Sobat Pet, sedikit pengetahuan tentang Infestasi Kutu pada hewan kesayangan. Sebenarnya tidak bisa dianggap sepele, lho karena jika dibiarkan pada kondisi lebih parah dapat mengakibatkan alopecia (kebotakan), dermatitis bahkan anemia. Jadi kita sebagai owner, harus lebih peka terhadap keadaan hewan kesayangan jika dirasa terdapat hal yang tidak biasa. Jangan lupa juga untuk rutin memeriksakan parasit lainnya, yang bisa jadi berupa pinjal, caplak, cacing, dll. Sekian tulisan dari Elfahra, terima kasih sudah membawa Sobat Pet. Semoga bermanfaat dan kita bisa bertemu di lain tulisan. Salam Pet Lovers!
 

Referensi:
Beugnet, Frederic. Halos, Lenaig. Guillot, Jacques. 2018. Textbook of Clinical Parasitology in Dogs and Cats. Grupo Asis Biomedia.
Taylor, MA. Coop, RL. Wall, RL. 2016. Veterinary Parasitology 4th Ed. John Wiley and Sons, Ltd, Chichester.

Dreaming to Travel in Overseas

Hi, temen-temen. Elfahra mau sedikit berbagi cerita tentang gimana bisa travelling gratis! Mungkin bagi beberapa temen-temen yang orang tu...