Sabtu, 24 Februari 2018

KITA YANG TERLALU MENCINTAI PRIA LAIN SELAIN AYAH KITA

Manusia dilahirkan dengan fitrahnya untuk saling mencintai, terlebih dimasa pubertas, kita kerap tertarik pada lawan jenis kita. 
Tapi ingatkah kamu? Pria yang pertama kali mencintai kita terhitung sejak kita terlahir, bahkan ketika kita masih dalam kandungan ibu adalah ayah. 
Ketika kecil kita dimanja-manja, dituruti semua kemauan kita, dipenuhi kebutuhan kita sejak kecil hingga dewasa. 

Taukah kamu betapa lelahnya ayah kita mencari nafkah? hingga tertatih-tatih, bertarung dengan ayah-ayah lainnya hanya untuk memenuhi kebutuhan kita. Sakit yang dirasakan kerap terobati melihat tawa kita selepas pulang kerja. 

Dan kini kita pun mulai beranjak dewasa. Mulai mencintai lelaki selain ayah kita. Padahal, cinta lelaki itu tak sebesar cinta ayah kita. Bahkan dia mengajakmu mendekati zina dengan ikatan yang tidak halal. Ia kerap membuat dirimu menunjukkan aurat indahmu. Padahal, sehelai rambut yang kamu tunjukkan pada non mahram mu adalah dosa bagi ayahmu. Sebelum kamu menikah, kamu masih tanggung jawab ayahmu. Jika kamu mampu menjadikan dirimu sebaik-baik muslimah, maka kamu datangkan surga bagi ayahmu. Jika kamu tidak dapat menjaga dirimu, maka kamu datangkan neraka bagi ayahmu.

Betapa terharunya aku, ketika aku meminta keperluan kuliahku pada ayah. 

"papa lagi ada rezeki ga pa? aku ada keperluan ini. tapi kalau papa ga ngasih juga gapapa soalnya aku udah nabung kok jadi aku bisa nalangin sendiri"

"ada kok nak"

Tidak lama kemudian ayah transfer uang ke aku. Betapa terpukulnya aku ketika kusadari perjuangan ayahku mencari nafkah untuk mendidik dan membesarkanku hingga aku bisa seperti sekarang. Padahal, aku tau bahwa untuk biaya kuliahku ayah harus bekerja setiap hari nonstop dengan banyak jam terbang kesana kemari hingga aku tau ayah jatuh sakit saking giatnya bekerja. 

Kemudian, kuingat lagi bahwa aku terlalu mencintai pria lain, hingga lupa bahwa ada pria yang selalu berjuang mati-matian untuk membuatku bahagia. Mungkin tanpa kusadari, alangkah cemburunya ayahku melihat aku mencintai pria lain lebih dari aku mencintai ayah. 

Kalau kamu masih galau chat mu ga dibales sama doi, atau kalau doi ga perhatian lagi sama kamu, dan galau galau lainnya yang gak berguna. Mungkin kamu kurang chatting dengan ayahmu. Coba berikan perhatian kepada ayahmu seperti kamu memberi perhatian kepada lelaki itu. 

Bahkan, pada akhirnya ayah mu sudah mengetahui bahwa suatu saat kelak kamu memang akan mencintai pria lain jauh dari kamu mencintai ayahmu. Ia adalah pasangan halalmu kelak. Namun, ayahmu tidak pernah berhenti untuk membahagiakanmu sebelum pria lain itu datang. Pukulan keras juga bagiku, seorang putri yang kerap mengabaikan kasih sayang ayahku dan lebih memikirkan pria yang belum tentu akan mencintaiku sebesar ayah mencintaiku. 

Mungkin, memang Rasulullah menyebutkan nama ibu 3x dan nama ayah hanya 1x. Tapi ingatlah, ayah adalah cinta pertama bagi putrinya dan akan menanggungjawabi putrinya hingga mengantarkannya kepada pria yang benar benar bertanggungjawab. Wajar, jika ayah sangat selektif, karena dia tidak mau putrinya akan terluka setelah dibahagiakan mati-matian oleh nya. 

Tulisan ini sebagai #selfreminder bagi kita semua yang terlalu mengejar cinta pria lain yang belum tentu mencintai kita, sedangkan ada pria yang memang benar dan pasti mencintai kita dari dulu, kini dan nanti. Sebelum pria itu datang menghalalkanmu, totalitaskan lah cintamu kepada ayahmu. Sebelum cinta kepada ayahmu ternomorduakan karena pria itu. 



nb: snapgram kakak saya ketika papa sengaja menyempatkan diri mengunjungi kakak saya.


Tulisan ini saya dedikasikan teruntuk ayah saya tercinta, ini memang pengalaman dan apa yang saya rasakan. Semoga tulisan ini bermanfaat. 

Dreaming to Travel in Overseas

Hi, temen-temen. Elfahra mau sedikit berbagi cerita tentang gimana bisa travelling gratis! Mungkin bagi beberapa temen-temen yang orang tu...