BELUM MENGENALNYA SECARA UTUH
Mengukir asa, mewujudkan harapan. Tentu banyak mimpi-mimpi yang belum terwujud meski sudah memasuki kemerdekaan ke-72. Masa demi masa kita lalui dengan berbagai rezim dan cara kepemimpinan yang berbeda. Namun tak kunjung memberikan impian yang Indonesia cita-citakan.
Mimpi untuk Indonesia, tidak muluk-muluk menginginkan Negara yang lebih maju. Tentu, Indonesia haruslah kini menjadi negara maju, bukan sekedar negara berkembang yang disejajarkan dengan negara ASEAN lain. Indonesia kaya, punya potensi hanya saja belum digali. Anak bangsa sedang belajar mati-matian untuk mengeksplorasi kekayaan Indonesia agar terbebas dari cukong-cukong negara barat.
Papua yang seharusnya adalah pulau dengan sumber daya alam yang melimpah, kini menjadi pulau yang paling terbelakang. Kontrak perusahaan tambang sejak tahun 1967 tampaknya tak jemu-jemu terus mengorek kekayaan Indonesia. Bahkan, hanya untuk menempuh pendidikan dokter di UNIPA saja sungguh berat. Padahal, papua membutuhkan banyak tenaga dokter. Desentralisasi kekuasaan tampaknya tak memberi dampak sama sekali bagi papua. Harus lah pemerintah pusat yang terus berupaya dalam kemajuan Papua. Katanya, tak ingin Papua melakukan separatisme. Namun, sikap yang pemerintah tunjukkan tidak sejalan dengan yang diharapkan rakyat Papua.
Mimpi yang paling saya harapkan di Indonesia adalah terbebasnya Indonesia dari KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme). Karena, akibat KKN ini mempengaruhi sektor lainnya. Yang paling saya rasakan sebagai seorang siswa adalah ketika untuk masuk PTK (perguruan tinggi kedinasan) biasanya segelintir orang melakukan cara yang tidak jujur hanya dengan memanfaatkan kekuasaan orang tuanya. Semua orang berhak untuk berjuang, tolong jangan halangi orang dengan status sosial yang rendah tidak dapat mengenyam pendidikan tinggi. Kalau sejak dini diajarkan untuk tidak jujur, bagaimana lagi generasi ini saat memimpin Indonesia nanti? Mental oranjg Indonesia harus diperbaiki sejak awal sesuai dengan program Presiden Joko Widodo yakni revolusi mental.
Pendidikan adalah tumpuan utama berhasilnya regenerasi dari suatu bangsa. Pemimpin-pemimpin yang kini tegak berdiri memimpin negeri ini nantinya akan lengser dimakan usia. Indonesia butuh perbaikan pendidikan. Saya merasakan sendiri bagaimana pemuda saat ini masih ogah-ogahan untuk belajar. Pendidikan hanya dijadikan formalitas. Ada yang bersungguh-sungguh memajukan Indonesia dengan riset-riset hasil temuannya, namun tidak digubris dan akhirnya dikontrak oleh negara tetangga. Sangat miris apabila pemerintah tidak menghargai pemuda yang ingin berkarya memajukan negeri. Saya sangat berharap kerja keras dan keinginan pemuda untuk memajukan negeri ini dibantu dan disukseskan. Bukan semata mencari ketenaran, namun ada rasa ingin mengabdi kepada negeri.
Saya juga sangat mengharapkan kedamaian hadir ditengah-tengah keberagaman Indonesia. Perbedaan suku, agama dan ras janganlah menjadikan kita terpecah belah hingga mengganggu stabilitas politik. Bukankah para sesepuh membuat semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai wadah pemersatu diantara perbedaan? Lantas mengapa dalam beberapa dekade terakhir orang-orang terus mempermasalahkan persoalan agama. Rasa toleransi yang kurang di Indonesia ini menjadikan terus adanya konflik agama. Padahal, Indonesia bisa terkenal karena keberagamannya yang terus lestari hingga sekarang.
Mimpi mimpi yang saya sebutkan diatas terangkum dalam masing-masing butir sila dalam pancasila. Artinya, saat ini masyarakat belum hidup dengan berlandaskan pancasila yang utuh. Indonesia bisa menjadi negara yang damai, kalau saja mengamalkan sila-1 pancasila. Indonesia bisa terbebas dari kriminalitas dengan ditegakkannya hukum yang adil, kalau saja mengamalkan sila-2 pancasila. Indonesia bisa bersatu, terbebas dari konflik suku, agama, dan ras, kalau saja Indonesia mengamalkan sila-3 pancasila. Indonesia tidak akan terganggu stabilitas politiknya, kalau saja Indonesia mengamalkan sila-4 pancasila. Papua tidak akan terjajah oleh ekploitasi cukong-cukong barat dan bisa memperoleh pemerataan pendidikan, kalau saja Indonesia mengamalkan sila-5 pancasila.